ANALISIS KEAMANAN JARINGAN DALAM SISTEM MILITER
ANALISIS KEAMANAN
JARINGAN DALAM SISTEM MILITER
Raka Pratama Putra
Teknik Komputer
Jaringan, SMK Bina Informatika, Tangerang Selatan
Email :
lossantoscustomreal@gmail.com
ABSTRAK
Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya jaringan
komputer, memberikan kemudahan dalam mendukung sistem informasi, namun juga
memunculkan tantangan serius terkait ancaman siber yang dapat merusak keamanan
informasi kritis. Keamanan jaringan komputer di lingkungan TNI AU menjadi
sangat penting untuk melindungi data dan sistem dari serangan yang dapat
membahayakan integritas dan kerahasiaan informasi militer. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji upaya pengamanan jaringan dalam menghadapi ancaman
cyber warfare dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan siklus penelitian
yang meliputi pemilihan topik, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan
kesimpulan. Pembahasan mencakup pentingnya pengamanan berlapis, kontrol akses,
pemantauan, pembaruan sistem, serta penggunaan enkripsi dan open VPN untuk
mengatasi risiko pencurian data. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya
pengintegrasian sistem jaringan antar satuan, peningkatan sistem pertahanan
dengan antivirus dan firewall, serta kerja sama antar satuan dalam
mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung keamanan
jaringan.
Kata Kunci : Analisis, Keamanan jaringan, Sistem militer
PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya komunikasi data,
sangat penting dalam mendukung sistem informasi di lingkungan TNI AU. Namun,
penggunaan jaringan komputer juga menghadirkan tantangan serius berupa ancaman
siber yang dapat mengganggu keamanan informasi kritis militer. Permasalahan
seperti kurangnya interoperabilitas antar satuan kerja, lemahnya pertahanan
jaringan, serta risiko pencurian data menjadi perhatian utama. Oleh karena itu,
diperlukan sistem pengamanan jaringan yang kuat melalui koordinasi antar
satuan, instalasi perangkat keamanan, penggunaan antivirus, enkripsi data,
serta penerapan open VPN. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengkaji upaya
pengamanan jaringan dalam menghadapi ancaman cyber warfare serta memberikan
solusi terhadap permasalahan yang dihadapi satuan siber TNI AU.
METODE PENELITIAN
Menurut Moleong penelitian kualitatif adalah penelitian yang
tidak menggunakan prosedur statistik tetapi menggunakan prosedur deskriptif
sebagai data atas hasil dari yang diamati (2005:6). Penelitian kualitatif
berlandaskan pada paradigma postpositivistik dan bersifat interpretatif serta
artistik karena prosesnya tidak terpola secara ketat. Penelitian ini
menggunakan pendekatan siklus, dimulai dari pemilihan proyek, perumusan
pertanyaan penelitian, pengumpulan data, pencatatan, hingga analisis data yang
dilakukan secara berulang tergantung pada kebutuhan pendalaman.
Sementara itu, penelitian kuantitatif bersifat deduktif,
empirik, dan terstruktur. Dimulai dari studi pendahuluan terhadap objek,
perumusan masalah, pembentukan hipotesis, pemilihan metode yang tepat,
penyusunan dan pengujian instrumen penelitian, serta pelaksanaan analisis data.
Penelitian kuantitatif juga menuntut kejelasan dalam aspek-aspek seperti tujuan
penelitian, landasan teori, prosedur pelaksanaan, jadwal, personel yang
terlibat, anggaran, dan hasil yang diharapkan.
PEMBAHASAN
Perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam bidang
jaringan komputer, telah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai
pekerjaan yang kompleks dan berskala besar. Namun, di balik manfaat tersebut,
muncul tantangan besar dalam hal keamanan informasi. Ancaman kejahatan siber
semakin meningkat, seperti peretasan jaringan, penyusupan untuk pencurian data
rahasia, hingga upaya melumpuhkan sistem secara menyeluruh. Ancaman ini tidak
hanya datang dari luar, tetapi juga bisa berasal dari dalam jaringan itu
sendiri, sehingga pengamanan jaringan harus bersifat menyeluruh dan berlapis.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan penerapan
sistem pengamanan jaringan komputer yang standar dan handal. Pengamanan ini
harus mencakup berbagai prinsip utama, antara lain: penerapan sistem keamanan
berlapis untuk menahan serangan beruntun; penggunaan kontrol akses agar hanya
pihak yang berwenang yang dapat mengakses sistem tertentu; pengaturan peran
pengguna sesuai fungsinya; peningkatan kesadaran pengguna terhadap bahaya
siber; pemantauan atau monitoring jaringan secara terus-menerus; pembaruan sistem
dan perangkat lunak secara berkala untuk menutup celah keamanan; serta
pembentukan tim tanggap darurat (respon siber) untuk menangani insiden keamanan
secara cepat dan tepat.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten,
maka sistem jaringan komputer dapat lebih terlindungi dari berbagai bentuk
serangan siber yang semakin canggih dan terorganisir.
PENUTUP
Sistem pengamanan jaringan di lingkungan TNI AU merupakan
hal yang sangat krusial dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Instalasi perangkat keras dan lunak seperti IPS, IDS, dan firewall menjadi
langkah awal dalam menangkal akses tidak sah. Namun, tantangan masih dihadapi,
seperti belum terintegrasinya jaringan antar satuan dengan Satuan Siber TNI AU,
kerentanan terhadap virus, serta lemahnya sistem pertahanan jaringan.
Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis berupa
integrasi sistem jaringan, pengadaan antivirus, instalasi sistem keamanan yang
mengikuti prosedur pencegahan, penangkalan, serta pemulihan. Selain itu,
enkripsi data dan penerapan open VPN sangat penting untuk mengatasi risiko
pencurian data akibat interkoneksi yang tidak aman. Kesuksesan pengamanan
jaringan juga memerlukan kerja sama antar satuan dan pemenuhan kebutuhan
teknis, termasuk penyediaan personel yang kompeten serta vendor yang bertanggung
jawab dalam penyediaan perangkat keamanan sesuai perjanjian kerja sama.
DAFTAR PUSTAKA
Rudy Damanik, Pratama Andika, Rahmayanti. SISTEM PENGAMANAN
JARINGAN TERHADAP SERANGAN CYBER WARFARE. Jurnal TNI Angkatan Udara (Vol. 2
No.2, 2023)
LAMPIRAN



Komentar
Posting Komentar